Lampung Selatan, 4 September 2026 – Kepolisian Resor Lampung Selatan menggagalkan peredaran 769 kartrid yang mengandung etomidate setelah melakukan pemeriksaan terhadap sebuah kendaraan di kawasan Pelabuhan Bakauheni. Pengungkapan bermula ketika petugas Pos Seaport Interdiction memeriksa mobil Daihatsu Sigra bernomor polisi F 1288 RP pada Kamis, 20 Agustus 2026 sekitar pukul 20.00 WIB. Dalam pemeriksaan tersebut, petugas menemukan ratusan kartrid yang setelah didalami diketahui mengandung etomidate. Polisi kemudian mengamankan dua orang yang berada dalam rangkaian pengiriman barang tersebut dan melakukan pengembangan untuk mengetahui pihak yang akan menerima paket. Penyelidikan selanjutnya membawa petugas menuju wilayah Depok, Jawa Barat, hingga dua orang lainnya berhasil diamankan. Secara keseluruhan, empat tersangka kini menjalani proses hukum dalam perkara peredaran barang terlarang tersebut.
Kapolres Lampung Selatan AKBP Deddy Kurniawan mengatakan pengungkapan dilakukan melalui pengawasan kendaraan yang melintas di salah satu pintu utama penyeberangan antara Pulau Sumatera dan Jawa. Pelabuhan Bakauheni memiliki posisi strategis sehingga pengawasan terhadap kendaraan dan barang yang melintas menjadi bagian penting dalam mencegah peredaran narkotika maupun barang terlarang lainnya. Pemeriksaan yang dilakukan petugas kemudian menemukan 769 kartrid mengandung etomidate yang dibawa menggunakan kendaraan tersebut. Dua orang berinisial FRD dan SPR langsung diamankan karena diduga terlibat dalam pengiriman barang. Polisi tidak berhenti pada penangkapan tersebut dan segera melakukan pengembangan berdasarkan informasi yang diperoleh dari pemeriksaan awal. Langkah itu dilakukan untuk mengungkap jaringan dan mengetahui pihak lain yang mempunyai hubungan dengan pengiriman ratusan kartrid tersebut.
Pengembangan perkara kemudian mengarah ke Depok, Jawa Barat, yang diduga menjadi salah satu titik dalam rangkaian distribusi barang. Polisi berhasil menangkap dua tersangka lain berinisial DK dan AG yang diduga mempunyai peran sebagai penerima. Dengan penangkapan tersebut, total empat orang diamankan dalam satu rangkaian perkara. FRD diketahui berusia 32 tahun dan merupakan warga Desa Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, sedangkan SPR berusia 47 tahun dan berasal dari Desa Bojong Nangka di kecamatan yang sama. DK berusia 34 tahun dan tercatat sebagai warga Cengkareng Timur, Jakarta Barat. Sementara AG berusia 26 tahun dan merupakan warga Kelurahan Kapuk, Jakarta Barat.
Polisi masih mendalami hubungan dan pembagian peran antara keempat tersangka untuk memperoleh gambaran lengkap mengenai jaringan yang berada di balik pengiriman tersebut. Penangkapan pihak yang diduga membawa dan menerima barang menjadi pintu masuk untuk menelusuri dari mana kartrid berasal serta kepada siapa barang tersebut selanjutnya akan diedarkan. Pemeriksaan terhadap komunikasi, perjalanan, kendaraan, dan berbagai barang bukti lain dapat digunakan penyidik untuk mengembangkan perkara. Aparat juga perlu mengetahui apakah pengiriman 769 kartrid merupakan transaksi pertama atau bagian dari aktivitas yang telah berlangsung sebelumnya. Penelusuran tersebut penting karena jumlah barang yang disita menunjukkan potensi distribusi dalam skala besar. Setiap temuan baru dapat menjadi dasar untuk memperluas penyidikan terhadap pihak lain yang diduga terlibat.
Nilai ekonomis barang bukti yang berhasil diamankan diperkirakan mencapai sekitar Rp2,3 miliar. Perhitungan tersebut menggunakan asumsi harga sekitar Rp3 juta untuk setiap kartrid yang mengandung etomidate. Jumlah itu memperlihatkan besarnya nilai peredaran yang berhasil dihentikan sebelum barang sampai kepada pengguna. Polisi memperkirakan apabila satu kartrid digunakan oleh satu orang, penyitaan tersebut setidaknya dapat mencegah potensi penyalahgunaan terhadap 769 orang. Namun dampak yang lebih luas tidak hanya dihitung berdasarkan nilai ekonomi karena penggunaan zat tersebut di luar kepentingan medis dapat menimbulkan risiko serius. Karena itu, polisi menempatkan pengungkapan ini sebagai bagian dari upaya mencegah munculnya pola baru penyalahgunaan zat melalui perangkat yang menyerupai produk vape.
Etomidate pada dasarnya dikenal sebagai zat anestesi yang digunakan dalam kepentingan medis dengan pengawasan tenaga profesional. Penyalahgunaannya menjadi perhatian setelah zat tersebut ditemukan beredar dalam bentuk cairan yang dimasukkan ke kartrid rokok elektronik. Bentuk seperti itu dapat membuat barang terlihat menyerupai produk vape biasa sehingga berpotensi menyulitkan masyarakat mengenali kandungannya hanya berdasarkan tampilan luar. Pemerintah telah memasukkan etomidate ke dalam penggolongan narkotika sehingga peredaran dan penggunaannya berada dalam pengawasan ketat. Penggunaan tanpa pengawasan medis dapat menimbulkan berbagai risiko terhadap kondisi tubuh dan kesadaran pengguna. Peredaran melalui kartrid karena itu mendapatkan perhatian serius dari aparat kepolisian di berbagai daerah.
Keempat tersangka dalam perkara tersebut dijerat menggunakan ketentuan pidana yang berkaitan dengan peredaran narkotika. Penyidik menerapkan Pasal 119 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika atau Pasal 609 ayat (2) huruf b Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Penerapan pasal tersebut akan diuji berdasarkan peran, barang bukti, serta hasil pemeriksaan terhadap masing-masing tersangka selama proses penyidikan. Polisi masih memiliki ruang melakukan pengembangan apabila ditemukan bukti mengenai pihak lain yang berhubungan dengan pengiriman tersebut. Seluruh tersangka juga tetap memiliki hak hukum untuk memberikan keterangan dan pembelaan selama proses pemeriksaan. Asas praduga tak bersalah tetap berlaku sampai terdapat putusan pengadilan yang mempunyai kekuatan hukum tetap.
Pengungkapan tersebut menambah daftar kasus etomidate yang berhasil ditangani aparat di Lampung Selatan sepanjang 2026. Pada awal tahun, kepolisian juga telah menemukan ribuan kartrid mengandung etomidate dalam rangkaian pengungkapan narkotika yang melibatkan jalur Pelabuhan Bakauheni. Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa jalur transportasi Sumatera-Jawa berpotensi dimanfaatkan jaringan untuk memindahkan barang terlarang antardaerah. Kendaraan pribadi, kendaraan barang, maupun berbagai moda transportasi lainnya dapat digunakan dengan beragam metode untuk menghindari pemeriksaan. Karena itu, pemeriksaan berbasis analisis risiko menjadi penting agar petugas dapat mendeteksi kendaraan atau barang yang menunjukkan indikasi mencurigakan. Pengalaman dari sejumlah pengungkapan sebelumnya juga dapat digunakan untuk mengenali pola distribusi yang terus berubah.
Pos Seaport Interdiction Pelabuhan Bakauheni mempunyai peran strategis dalam pengawasan tersebut karena hampir seluruh kendaraan yang menggunakan jalur penyeberangan menuju Jawa harus melewati kawasan pelabuhan. Pengawasan yang efektif dapat menghentikan distribusi sebelum barang bergerak lebih jauh menuju berbagai kota tujuan. Namun aparat juga menghadapi tantangan berupa tingginya volume kendaraan dan barang yang melintas setiap hari. Karena itu, pemeriksaan harus dilakukan secara terukur dengan memanfaatkan informasi intelijen, profil perjalanan, maupun indikasi lain yang dapat mengarahkan petugas pada aktivitas mencurigakan. Koordinasi antara kepolisian dan berbagai instansi di kawasan pelabuhan juga diperlukan untuk memperkuat pengawasan. Keberhasilan menemukan 769 kartrid kali ini menjadi salah satu hasil dari pengawasan tersebut.
Polres Lampung Selatan memastikan pengembangan terhadap perkara akan terus dilakukan untuk mengetahui jaringan yang berada di balik peredaran 769 kartrid mengandung etomidate tersebut. Penangkapan empat tersangka dari wilayah Bogor dan Jakarta Barat menjadi bagian awal untuk menelusuri hubungan antara pengirim, pembawa, penerima, maupun pihak yang diduga mengendalikan distribusi. Barang bukti dengan nilai ekonomis sekitar Rp2,3 miliar telah diamankan sehingga tidak sampai beredar kepada masyarakat. Kepolisian juga akan terus memperketat pengawasan di kawasan Pelabuhan Bakauheni sebagai salah satu pintu masuk dan keluar utama Pulau Sumatera. Perkembangan modus peredaran etomidate melalui kartrid rokok elektronik menjadi tantangan baru yang membutuhkan kewaspadaan aparat maupun masyarakat. Pengungkapan tersebut diharapkan dapat memutus salah satu mata rantai distribusi sekaligus membuka jalan bagi penyidik untuk mengidentifikasi jaringan yang lebih luas.





