Jakarta, 30 Juli 2026 – ParagonCorp meraih Bronze Award dalam kategori Excellence in Creating a Culture of Continuous Learning and Upskilling pada The Economic Times Human Capital Awards atau ETHCA Southeast Asia 2026. Penghargaan tersebut diraih melalui Human-Centric Continuum Growth Ecosystem, pendekatan pengembangan sumber daya manusia yang menempatkan proses belajar sebagai bagian dari aktivitas kerja sehari-hari. Ajang penghargaan berlangsung di Singapura pada 24 Juli 2026 dan diikuti ratusan organisasi dari Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, dan Filipina. Pengakuan regional tersebut menunjukkan bahwa pengembangan talenta tidak lagi hanya bertumpu pada program pelatihan formal. Pembelajaran berkelanjutan, pengalaman kerja, kolaborasi, dan kepemimpinan menjadi bagian yang saling terhubung dalam membangun kemampuan karyawan.
Human-Centric Continuum Growth Ecosystem dikembangkan untuk mengintegrasikan berbagai jalur pembelajaran dalam perjalanan profesional karyawan atau Paragonian. Pengembangan individu tidak ditempatkan sebagai kegiatan terpisah dari pekerjaan, melainkan berlangsung melalui pengalaman nyata, mentoring, kolaborasi lintas fungsi, hingga pemanfaatan teknologi. Pendekatan tersebut memberikan ruang bagi karyawan untuk memperoleh kemampuan baru sambil menghadapi tantangan yang muncul dalam aktivitas kerja. Pengetahuan yang diperoleh kemudian dapat langsung diterapkan dan dievaluasi berdasarkan pengalaman. Pola tersebut membuat pembelajaran lebih dekat dengan kebutuhan organisasi maupun perkembangan kompetensi setiap individu.
Budaya belajar berkelanjutan menjadi semakin penting ketika perubahan teknologi dan perilaku konsumen berlangsung cepat. Kompetensi yang relevan hari ini dapat membutuhkan pembaruan dalam waktu relatif singkat ketika teknologi, model bisnis, dan kebutuhan pasar berubah. Perusahaan karena itu membutuhkan sistem yang memungkinkan karyawan terus memperbarui pengetahuan tanpa harus menunggu program pelatihan tertentu. Pengalaman kerja dapat menjadi ruang belajar apabila didukung pendampingan, akses pengetahuan, dan kesempatan mencoba pendekatan baru. Dalam konteks tersebut, kemampuan belajar menjadi kompetensi penting yang membantu organisasi mempertahankan daya adaptasinya.
Pendekatan berbasis manusia juga menempatkan pengembangan talenta lebih luas daripada peningkatan kemampuan teknis. Kepemimpinan, kemampuan bekerja sama, pengambilan keputusan, kreativitas, dan pemecahan masalah menjadi bagian yang dapat berkembang melalui pengalaman sehari-hari. Mentoring memberikan kesempatan bagi karyawan memperoleh perspektif dari individu yang memiliki pengalaman berbeda. Sementara itu, proyek lintas fungsi membuka ruang untuk memahami tantangan organisasi di luar tanggung jawab utama seseorang. Kombinasi tersebut membantu membentuk karyawan yang memiliki pemahaman lebih menyeluruh terhadap pekerjaan dan organisasi.
Pemanfaatan teknologi turut menjadi bagian dari ekosistem pembelajaran yang dikembangkan ParagonCorp. Teknologi memungkinkan materi, informasi, dan pengalaman belajar diakses secara lebih fleksibel sesuai kebutuhan karyawan. Namun, teknologi bukan satu-satunya pusat pengembangan karena interaksi manusia, pengalaman langsung, serta pendampingan tetap memiliki peran besar. Perpaduan antara teknologi dan pembelajaran berbasis pengalaman dapat menciptakan proses pengembangan yang lebih adaptif. Karyawan tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga kesempatan menguji kemampuan tersebut melalui pekerjaan nyata.
Penghargaan ETHCA Southeast Asia 2026 juga memperlihatkan semakin besarnya perhatian perusahaan di kawasan terhadap pengembangan sumber daya manusia. Peserta harus melalui proses evaluasi sebelum praktik yang mereka jalankan memperoleh penilaian dari jajaran profesional sumber daya manusia dan pemimpin bisnis independen. Kompetisi regional membuat pendekatan perusahaan dibandingkan dengan praktik pengembangan talenta dari berbagai negara Asia Tenggara. Bagi ParagonCorp, Bronze Award menjadi pengakuan terhadap sistem yang telah dikembangkan sekaligus ruang untuk terus melakukan penyempurnaan. Budaya belajar pada akhirnya membutuhkan konsistensi agar tidak berhenti setelah mendapatkan penghargaan.
ParagonCorp juga meraih Gold Award pada kategori Excellence in ESG & CSR Initiatives melalui program Paragonian Bergerak dalam ajang yang sama. Program tersebut melibatkan lebih dari 14.000 Paragonian di 45 lokasi operasional pada periode Agustus hingga Desember 2025. Sebanyak 151 inisiatif sosial dijalankan dalam berbagai bidang, mulai dari edukasi pencegahan stunting, pendampingan UMKM, kegiatan lingkungan, hingga program sosial bersama masyarakat. Keterlibatan tersebut sekaligus menjadi ruang bagi karyawan untuk mengembangkan kepemimpinan, kolaborasi, dan kemampuan mengelola proyek secara langsung. Dengan demikian, pembelajaran dan kontribusi sosial ditempatkan sebagai dua bagian yang dapat saling memperkuat.
Penghargaan regional ETHCA 2026 menjadi momentum bagi ParagonCorp untuk melanjutkan pengembangan budaya belajar, kepemimpinan, dan kolaborasi di lingkungan perusahaan. Tantangan berikutnya adalah menjaga ekosistem tersebut tetap relevan ketika kebutuhan keterampilan, teknologi, dan dunia kerja terus berubah. Pengembangan manusia membutuhkan proses berkelanjutan yang memberikan kesempatan kepada setiap individu untuk belajar dari pengalaman sekaligus meningkatkan kontribusinya. Human-Centric Continuum Growth Ecosystem menunjukkan bagaimana pembelajaran dapat diintegrasikan dengan pekerjaan, mentoring, teknologi, dan pengalaman kepemimpinan. Melalui pendekatan tersebut, pertumbuhan karyawan diharapkan berjalan seiring dengan pertumbuhan organisasi dan kemampuan perusahaan menghadapi perubahan di masa depan.





