Jakarta, 9 September 2026 – Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengatakan kapal induk Giuseppe Garibaldi akan dimanfaatkan sebagai pangkalan bergerak bagi helikopter untuk mendukung operasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kapal tersebut dirancang dapat membawa lebih dari 10 helikopter yang nantinya dikerahkan mendekati wilayah terdampak kebakaran. Helikopter dapat melakukan operasi water bombing dari kapal, kemudian kembali untuk mengisi bahan bakar sebelum melanjutkan misi berikutnya. Skema tersebut diharapkan membuat operasi pemadaman melalui udara menjadi lebih cepat karena tidak sepenuhnya bergantung pada pangkalan udara di daratan. Pemanfaatan Garibaldi untuk misi kebencanaan juga merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat kemampuan nasional menghadapi karhutla.
KSAL menjelaskan penggunaan Garibaldi nantinya tidak terbatas untuk helikopter milik TNI Angkatan Laut. Helikopter TNI Angkatan Darat dan TNI Angkatan Udara juga direncanakan dapat ditempatkan di kapal tersebut sesuai kebutuhan operasi. Konsep lintas matra memungkinkan TNI mengonsolidasikan sejumlah wahana udara dalam satu pangkalan bergerak yang dapat ditempatkan lebih dekat dengan kawasan terdampak. Dengan kemampuan tersebut, helikopter dapat diterbangkan menuju titik api untuk menjatuhkan air dan kembali ke kapal setelah menyelesaikan misi. Pengoperasian secara terpadu juga diharapkan meningkatkan fleksibilitas ketika kebakaran terjadi di wilayah yang memiliki keterbatasan fasilitas penerbangan maupun dukungan logistik.
Salah satu keunggulan penggunaan kapal sebagai pangkalan helikopter adalah tersedianya bahan bakar avtur untuk mendukung operasi udara. Muhammad Ali menjelaskan helikopter yang selesai melakukan water bombing dapat kembali ke Garibaldi untuk mengisi bahan bakar tanpa harus mencari fasilitas pengisian di daratan. Kondisi tersebut menjadi penting karena wilayah karhutla tidak selalu berada dekat dengan bandara atau fasilitas pendukung penerbangan. Selain bahan bakar, kapal juga dapat membawa logistik, peralatan penanganan bencana, serta berbagai kebutuhan operasional lainnya. Dengan demikian, Garibaldi berpotensi berfungsi sebagai pusat dukungan bergerak bagi operasi udara maupun unsur lain yang terlibat dalam penanganan bencana.
TNI AL sebelumnya menyebut Garibaldi mampu menjadi pangkalan bagi helikopter kelas menengah yang memiliki kapasitas membawa sekitar empat hingga lima ton air. Kemampuan tersebut dinilai dapat memberikan tambahan kekuatan dalam operasi pemadaman dari udara ketika titik api berada di kawasan yang sulit dijangkau melalui jalur darat. Kapal juga direncanakan menjadi pangkalan bagi drone yang dapat digunakan untuk mendukung operasi dan pemantauan. Setelah tiba di Indonesia, kapal tersebut direncanakan langsung dipersiapkan untuk mendukung penanganan karhutla sesuai kebutuhan. Penggunaan kapal induk untuk misi kemanusiaan memperluas fungsi aset tersebut selain tugas pertahanan dan operasi militer.
Persiapan pengoperasian helikopter dari Garibaldi telah dilakukan melalui latihan terintegrasi yang melibatkan penerbang tiga matra. Pada 24-26 Agustus 2026, Pusat Penerbangan TNI AL menggelar latihan Ship Board Operation di Surabaya yang diikuti unsur TNI AL, TNI AD, dan TNI AU. Para penerbang memperoleh pembekalan teori, menjalani ground school, serta berlatih menggunakan helideck simulator dan replika dek penerbangan Garibaldi. Tahapan berikutnya dilaksanakan melalui praktik lepas landas dan pendaratan menggunakan KRI Makassar-590. Latihan tersebut bertujuan membiasakan penerbang dengan prosedur serta standar keselamatan operasi helikopter berbasis kapal sebelum nantinya menjalankan tugas langsung dari Garibaldi.
Penguatan kemampuan udara untuk menangani karhutla menjadi perhatian pemerintah setelah kebakaran melanda sejumlah wilayah Kalimantan. Presiden Prabowo sebelumnya memerintahkan peningkatan dukungan personel, peralatan, dan sarana pemadaman agar titik api dapat segera dikendalikan. Pemerintah antara lain menambah lebih dari 17 helikopter water bombing untuk melengkapi sekitar 30 pesawat yang telah berada di Kalimantan. Tiga batalyon atau sekitar 1.500 prajurit TNI juga dikerahkan bersama peralatan pemadaman untuk menangani titik-titik kebakaran yang tersebar. Selain operasi pemadaman, pemerintah menekankan penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti melakukan pembakaran lahan secara melawan hukum.
KSAL sebelumnya juga telah meninjau langsung penanganan karhutla di kawasan Guntung Damar, Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Penanganan di wilayah tersebut melibatkan TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD, BNPB, Basarnas, serta berbagai unsur lainnya. Muhammad Ali menilai kerja sama antarlembaga menjadi salah satu faktor penting dalam mengendalikan kebakaran dan mencegah dampaknya meluas. Pemerintah pusat juga memberikan dukungan melalui pengerahan pesawat, helikopter, dan personel tambahan untuk memperkuat petugas di lapangan. Pengalaman penanganan tersebut menjadi gambaran bahwa dukungan udara harus berjalan bersama operasi darat dan koordinasi antarlembaga agar pemadaman dapat berlangsung efektif.
Sementara itu, Giuseppe Garibaldi masih berada dalam perjalanan menuju Indonesia dan dijadwalkan terlebih dahulu singgah di Kolombo, Sri Lanka. Kapal tersebut sebelumnya berlayar melalui Laut Arab dengan pengawalan dua kapal perang Angkatan Laut Italia. Setelah memasuki wilayah laut Indonesia, kapal perang TNI AL akan melakukan penjemputan dan pengawalan menuju Jakarta. TNI AL juga merencanakan sedikitnya dua fregat Indonesia dan unsur udara Pusat Penerbangan TNI AL terlibat dalam rangkaian penyambutan tersebut. Jika perjalanan berlangsung sesuai rencana, Garibaldi diperkirakan tiba di Jakarta pada 17 September 2026.
Setelah berada di Indonesia, kapal tersebut nantinya akan berganti bendera menjadi Merah Putih dan menggunakan nama KRI Gajah Mada. Pangkalan yang dipersiapkan untuk kapal tersebut berada di Lampung dan proses penyelesaian infrastrukturnya ditargetkan rampung pada akhir September. Pengukuhan serta pergantian bendera sebelumnya direncanakan berlangsung pada 25 September dengan Presiden Prabowo dijadwalkan menghadiri prosesi tersebut. Kehadiran Garibaldi akan memberikan kemampuan baru bagi TNI AL, khususnya dalam pengoperasian helikopter dan wahana udara dari kapal berukuran besar. Namun, pemanfaatannya sejak awal juga diarahkan untuk mendukung tugas nonperang seperti penanggulangan bencana dan operasi kemanusiaan.
Rencana menjadikan Garibaldi sebagai pangkalan helikopter untuk penanganan karhutla menunjukkan pendekatan baru dalam memanfaatkan kekuatan maritim Indonesia. Kemampuan kapal bergerak mendekati daerah terdampak dapat memangkas jarak operasi helikopter sekaligus menyediakan bahan bakar dan dukungan logistik dalam satu platform. Keterlibatan helikopter TNI AL, TNI AD, dan TNI AU juga memungkinkan pengerahan kekuatan dilakukan secara lebih fleksibel berdasarkan kebutuhan di lapangan. Efektivitas skema tersebut nantinya akan bergantung pada kesiapan kapal, awak, penerbang, helikopter, serta koordinasi dengan lembaga penanganan bencana dan pemerintah daerah. Dengan persiapan yang sedang dilakukan, Garibaldi diharapkan dapat memperkuat kemampuan Indonesia merespons karhutla dan berbagai keadaan darurat lainnya secara lebih cepat.




