Krakow, 8 November 2026 – Pemerintah Polandia menetapkan masa berkabung nasional selama dua hari setelah penembakan massal mengguncang pusat Kota Krakow pada Sabtu (7/11/2026). Insiden tragis tersebut menewaskan enam orang dan menyebabkan 15 lainnya terluka, termasuk dua anggota kepolisian. Presiden Polandia Karol Nawrocki menandatangani keputusan resmi yang menetapkan masa berkabung pada 8 hingga 9 November 2026. Kebijakan tersebut diambil sebagai bentuk penghormatan kepada para korban sekaligus menunjukkan solidaritas nasional terhadap keluarga yang berduka.
Penembakan terjadi di kawasan Main Market Square, salah satu pusat wisata bersejarah paling ramai di Krakow. Seorang pria bersenjata dilaporkan mengendarai mobil memasuki kawasan alun-alun sebelum melepaskan tembakan secara acak ke arah warga. Pengunjung yang berada di sekitar lokasi langsung berlarian mencari perlindungan ke restoran, pertokoan, dan jalan-jalan kecil. Aparat kepolisian segera dikerahkan untuk menghentikan serangan serta mengevakuasi korban yang mengalami luka.
Menurut keterangan kepolisian Polandia, pelaku merupakan pria berusia 24 tahun yang mengenakan pakaian menyerupai seragam militer. Petugas berhasil melumpuhkannya setelah terjadi baku tembak yang menyebabkan dua anggota polisi mengalami luka serius. Pelaku kemudian dibawa ke rumah sakit dalam kondisi kritis untuk mendapatkan penanganan medis. Aparat masih menyelidiki seluruh rangkaian kejadian guna memastikan motif dan kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.
Dari enam korban meninggal, empat di antaranya merupakan perempuan dan dua lainnya laki-laki. Salah satu korban diketahui merupakan warga negara Inggris, sedangkan sejumlah korban luka berasal dari Portugal, Rusia, Jerman, Austria, dan Inggris. Kepolisian juga menemukan tiga jenazah di rumah keluarga pelaku di Ostrowiec Świętokrzyski, sekitar 150 kilometer dari Krakow. Ketiga korban tersebut diidentifikasi sebagai ayah, ibu, dan saudara perempuan tersangka, dengan dugaan kematian akibat luka tembak.
Menteri Dalam Negeri Polandia Marcin Kierwiński menyampaikan bahwa pelaku diduga memiliki pandangan ultranasionalis dan ketertarikan terhadap ideologi ekstrem kanan. Namun, aparat belum menetapkan motif akhir penyerangan karena penyelidikan masih berlangsung. Perdana Menteri Donald Tusk mengecam tindakan kekerasan tersebut dan menyebutnya sebagai peristiwa yang mengguncang keamanan masyarakat. Pemerintah menegaskan akan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap latar belakang pelaku serta kepemilikan senjata yang digunakan.
Selama masa berkabung nasional, bendera Polandia dikibarkan setengah tiang di gedung pemerintahan dan berbagai fasilitas publik. Sejumlah kegiatan hiburan dibatalkan atau disesuaikan sebagai bentuk penghormatan kepada korban. Pemerintah Kota Krakow juga menetapkan masa berkabung lokal hingga 11 November 2026. Warga mulai mendatangi kawasan alun-alun untuk meletakkan bunga dan menyalakan lilin sebagai ungkapan belasungkawa kepada keluarga korban.
Penembakan massal di Krakow menjadi perhatian besar karena peristiwa serupa tergolong jarang terjadi di Polandia. Pemerintah kini memprioritaskan perawatan korban luka, penyelidikan kriminal, dan evaluasi keamanan di kawasan publik. Aparat juga terus memeriksa kemungkinan hubungan antara penembakan di alun-alun dengan kematian tiga anggota keluarga tersangka. Masa berkabung nasional diharapkan menjadi kesempatan bagi masyarakat Polandia untuk mengenang para korban sekaligus memperkuat solidaritas setelah tragedi tersebut.




