Gaza, 20 Agustus 2026 – Militer Israel akhirnya mengakui bahwa tentaranya menembaki mobil yang ditumpangi Hind Rajab, seorang anak Palestina berusia lima tahun, beserta keluarganya di Gaza pada Januari 2024. Pengakuan tersebut menjadi perubahan penting karena sebelumnya militer Israel menyatakan tidak ada pasukannya yang berada di sekitar lokasi kejadian. Dalam hasil peninjauan terbaru, militer Israel menyatakan pasukannya memang melepaskan tembakan ke kendaraan tersebut. Pengakuan itu kemudian diikuti keputusan untuk membuka penyelidikan pidana terhadap insiden yang menewaskan Hind, anggota keluarganya, serta dua petugas Bulan Sabit Merah Palestina yang datang untuk melakukan penyelamatan.
Peristiwa tersebut terjadi ketika keluarga Hind berusaha meninggalkan kawasan Gaza City di tengah operasi militer Israel. Mobil yang mereka gunakan ditembaki dan sebagian besar penumpang tewas dalam serangan awal. Hind dan sepupunya, Layan Hamada, sempat bertahan hidup di dalam kendaraan yang kemudian dipenuhi lubang akibat tembakan. Hind lalu menghubungi Bulan Sabit Merah Palestina melalui sambungan telepon dan meminta pertolongan. Percakapan tersebut berlangsung selama berjam-jam sebelum komunikasi akhirnya terputus dan kisahnya kemudian menjadi salah satu kasus yang paling banyak mendapat perhatian internasional.
Militer Israel dalam penjelasan terbarunya menyebut pasukan mereka menembaki kendaraan yang dianggap mendekat ke posisi tentara dan bergerak berlawanan dengan pemberitahuan mengenai pergerakan warga. Menurut hasil peninjauan tersebut, tembakan awal menewaskan lima penumpang kendaraan, sedangkan Hind dan Layan masih bertahan. Setelah itu, pergerakan ambulans Bulan Sabit Merah Palestina untuk mengevakuasi korban disebut telah dikoordinasikan. Namun, ambulans tersebut kemudian turut diserang dan dua petugas medis yang berada di dalamnya meninggal dunia.
Beberapa hari setelah kejadian, kendaraan tersebut akhirnya ditemukan dengan kondisi rusak parah dan dipenuhi bekas tembakan. Jenazah Hind, anggota keluarganya, serta dua petugas medis kemudian ditemukan di lokasi. Sebelum pengakuan terbaru Israel, berbagai penyelidikan jurnalistik dan analisis independen telah mempertanyakan klaim awal bahwa tidak ada pasukan Israel di sekitar lokasi. Temuan-temuan tersebut menjadi bagian dari tekanan yang mendorong pemeriksaan lebih lanjut terhadap peristiwa tersebut. Kasus Hind juga semakin dikenal luas setelah rekaman percakapan teleponnya dengan petugas penyelamat menjadi bagian dari film The Voice of Hind Rajab.
Pengakuan terbaru tersebut sekaligus membuka babak baru dalam proses hukum kasus Hind Rajab. Militer Israel menyatakan penyelidikan pidana akan dilakukan oleh unit investigasi kriminal polisi militer. Alasan yang disebutkan berkaitan dengan temuan mengenai kegagalan koordinasi dalam pergerakan ambulans Bulan Sabit Merah Palestina. Investigasi tersebut diharapkan dapat menentukan lebih rinci siapa yang memberikan perintah, bagaimana keputusan penembakan dibuat, serta bagaimana serangan terhadap kendaraan penyelamat dapat terjadi. Hasil penyelidikan nantinya akan menentukan apakah terdapat pelanggaran hukum atau prosedur militer yang dapat berujung pada pertanggungjawaban individu.
Kasus ini juga kembali menyoroti persoalan perlindungan warga sipil dalam konflik bersenjata. Hind masih berusia lima tahun ketika terjebak dalam kendaraan keluarganya dan meminta pertolongan selama berjam-jam. Keberadaan anak-anak di wilayah konflik membuat kewajiban untuk membedakan antara sasaran militer dan warga sipil menjadi sangat penting. Begitu pula dengan kendaraan medis yang menjalankan misi penyelamatan, karena petugas kesehatan memiliki perlindungan khusus dalam hukum humaniter internasional. Karena itu, penyelidikan terhadap insiden tersebut tidak hanya berkaitan dengan nasib satu keluarga, tetapi juga menyangkut bagaimana operasi militer dilakukan di kawasan padat penduduk.
Keluarga Hind dan sejumlah organisasi hak asasi manusia sebelumnya telah menyerukan penyelidikan independen terhadap kematian anak tersebut. Mereka menilai pemeriksaan internal militer Israel saja belum cukup untuk memberikan kepastian mengenai pertanggungjawaban atas kejadian tersebut. Keraguan tersebut muncul karena militer Israel sebelumnya telah menyangkal keberadaan pasukannya di sekitar lokasi, sebelum kemudian mengakui bahwa tentaranya memang melepaskan tembakan ke kendaraan. Perubahan keterangan tersebut membuat transparansi proses penyelidikan menjadi perhatian utama.
Pengakuan Israel setelah lebih dari dua tahun sejak kematian Hind Rajab menjadi perkembangan penting dalam kasus yang telah lama menjadi sorotan dunia. Militer Israel kini mengakui keterlibatan pasukannya dalam penembakan terhadap kendaraan keluarga Hind dan membuka penyelidikan pidana terhadap insiden tersebut. Namun, pengakuan itu belum otomatis menetapkan kesalahan pidana terhadap individu tertentu karena proses penyelidikan masih berlangsung. Pertanyaan mengenai siapa yang memerintahkan penembakan, apakah tindakan tersebut sesuai aturan militer, serta bagaimana ambulans penyelamat kemudian diserang masih harus dijawab melalui proses hukum. Kasus Hind Rajab pun kembali menjadi perhatian internasional karena menyangkut kematian seorang anak dan dua petugas medis dalam situasi konflik yang terus memunculkan persoalan mengenai perlindungan warga sipil.




