Jakarta, 1 Oktober 2026 – Presiden Prabowo Subianto meninjau kawasan Museum Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya, Jakarta, setelah memimpin Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Prabowo juga mengunjungi Sumur Lubang Buaya untuk mengenang Pahlawan Revolusi. Presiden didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Menteri Kebudayaan Fadli Zon serta sejumlah pimpinan lembaga negara. Kunjungan berlangsung bertepatan dengan peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada 1 Oktober.
Peninjauan dilakukan setelah pemerintah menjalankan revitalisasi sejumlah bangunan dan fasilitas di kawasan Monumen Pancasila Sakti. Kementerian Kebudayaan sebelumnya mengumumkan revitalisasi kawasan tersebut pada Juli 2026 sebagai bagian dari penataan fasilitas bersejarah. Pembenahan diarahkan untuk meningkatkan kualitas kawasan sekaligus mendukung fungsi museum sebagai ruang edukasi sejarah bagi masyarakat. Revitalisasi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat pengelolaan museum dan situs sejarah nasional.
Dalam kunjungannya ke Sumur Lubang Buaya, Prabowo mengenang para Pahlawan Revolusi yang menjadi bagian penting dari sejarah kawasan tersebut. Lokasi itu merupakan salah satu titik utama dalam kompleks Monumen Pancasila Sakti yang berkaitan dengan rangkaian peristiwa akhir September 1965. Presiden mengunjungi lokasi seusai upacara bersama sejumlah pejabat negara. Rangkaian kegiatan tersebut menempatkan aspek penghormatan terhadap korban dan pembelajaran sejarah sebagai bagian dari peringatan nasional.
Museum dan kawasan Monumen Pancasila Sakti memiliki fungsi sebagai ruang penyimpanan serta penyampaian informasi mengenai peristiwa sejarah yang berkaitan dengan peringatan Hari Kesaktian Pancasila. Penataan fasilitas diharapkan membuat masyarakat memperoleh pengalaman kunjungan yang lebih baik ketika mempelajari koleksi dan narasi sejarah yang disajikan. Pembaruan fasilitas juga dapat membantu pengelola meningkatkan kenyamanan pengunjung tanpa menghilangkan karakter utama kawasan. Dengan demikian, revitalisasi tidak hanya menyentuh aspek fisik, tetapi juga mendukung fungsi edukasi museum.
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila berbeda dengan Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap 1 Juni. Peringatan 1 Oktober berkaitan dengan rangkaian peristiwa politik dan kekerasan yang terjadi pada akhir September hingga awal Oktober 1965, sedangkan 1 Juni merujuk pada proses lahirnya gagasan Pancasila sebagai dasar negara. Perbedaan tersebut menjadi bagian penting dalam memahami konteks sejarah kedua peringatan nasional tersebut.
Pada peringatan Hari Lahir Pancasila pada Juni 2026, Prabowo sebelumnya menegaskan bahwa Pancasila harus menjadi pedoman nyata dalam kehidupan berbangsa, bermasyarakat dan bernegara. Kepala Negara juga mengaitkan nilai-nilai Pancasila dengan arah pembangunan dan transformasi nasional. Pemerintah memandang nilai Pancasila tidak hanya sebagai bagian dari sejarah, tetapi juga sebagai landasan dalam menjalankan kebijakan negara.
Peninjauan Museum Kesaktian Pancasila setelah revitalisasi melengkapi rangkaian kegiatan Prabowo dalam memperingati Hari Kesaktian Pancasila 2026. Pembenahan kawasan diharapkan memperkuat fungsi museum sebagai tempat pembelajaran sejarah sekaligus menjaga peninggalan yang terdapat di dalam kompleks Monumen Pancasila Sakti. Kehadiran fasilitas yang semakin tertata juga dapat mendukung kunjungan masyarakat dan pelajar. Pemerintah selanjutnya memiliki tugas menjaga hasil revitalisasi agar fungsi edukasi dan pelestarian kawasan dapat berlangsung secara berkelanjutan.





