Kekalahan Belanda dari Maroko di babak 32 besar Piala Dunia 2026 turut menyeret nama mantan gelandang De Oranje, Rafael van der Vaart. Pernyataan percaya dirinya sebelum pertandingan kembali viral di media sosial setelah hasil akhir justru berpihak kepada Maroko.
Sebelum laga berlangsung, Van der Vaart diyakini sangat optimistis Belanda mampu melangkah ke babak berikutnya. Keyakinannya terhadap kualitas skuad De Oranje sempat menjadi perhatian publik dan memunculkan berbagai reaksi dari para pendukung kedua tim.
Namun, hasil di lapangan berkata lain. Maroko tampil disiplin sepanjang pertandingan dan mampu memanfaatkan peluang dengan lebih efektif. Pertahanan yang solid serta organisasi permainan yang rapi membuat Belanda kesulitan mengembangkan permainan hingga akhirnya harus mengakhiri langkah mereka lebih cepat.
Usai pertandingan, komentar Van der Vaart kembali ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial. Banyak warganet membandingkan pernyataannya sebelum laga dengan kenyataan yang terjadi di lapangan, sementara sebagian lainnya menganggap optimisme tersebut merupakan hal yang wajar sebagai bentuk dukungan terhadap tim nasionalnya.
Kekalahan ini menjadi pukulan besar bagi Belanda yang sebelumnya diprediksi mampu melaju lebih jauh di turnamen. Sejumlah kesalahan di momen-momen penting serta kurang maksimalnya penyelesaian akhir menjadi faktor yang membuat De Oranje gagal mengatasi perlawanan Maroko.
Di sisi lain, Maroko kembali membuktikan kapasitas mereka sebagai salah satu tim yang patut diperhitungkan. Penampilan penuh disiplin dan mental bertanding yang kuat membuat mereka berhasil menyingkirkan salah satu kekuatan sepak bola Eropa dan mengamankan tempat di babak berikutnya.
Perbincangan mengenai komentar Van der Vaart pun menjadi salah satu topik yang mengiringi hasil mengejutkan tersebut. Meski demikian, banyak pihak menilai hasil pertandingan tetap menjadi jawaban terbaik atas berbagai prediksi yang muncul sebelum kick-off.
Keberhasilan Maroko sekaligus menjadi pengingat bahwa di Piala Dunia tidak ada kemenangan yang bisa diraih hanya berdasarkan status favorit. Setiap pertandingan ditentukan oleh performa di lapangan, dan kali ini Maroko berhasil membungkam berbagai keraguan dengan menyingkirkan Belanda secara meyakinkan.




